Senin, 10 April 2017

Lets move on again...

Lama sudah punya niatan nulis lagi di sini setelah target CUM LAUDE di UGM tercapai, tetapi kesibukan sebagai dosen yang biasa di luar selalu menghalangi keinginan saya tersebut.

Pun dengan kegelisahan saya selama mengajar beberapa mata kuliah di Jurusan Agroteknologi Minat Ilmu Tanah yang membuat keinginan untuk berbagi segala hal berbau 'tanah' semakin menguat.  Gelisah? Iya, gelisah setiap kali evaluasi perkuliahan, mayoritas mahasiswa saya selalu berada di bawah harapan capaian pembelajaran.  Yang membuat berbagai macam pertanyaan muncul dan menari-nari jaipongan di pikiran; salah dosennya yang goblok ngajar atau mahasiswa nya yang malas belajar?

Beberapa kali interopeksi diyakini bahwa penyebabnya ternyata:
1.  Dosennya memang goblok mengajar (trus kok bisa cum laude ya?)
2.  Mahasiswanya malas belajar, alasannya tidak banyak bahan bacaan tentang ilmu tanah yang berbahasa Indonesia, apalagi yang berbahasa daerah :)) Alasan lainnya: pakai bahasa Indonesia saja, kami kesulitan memahami, apalagi harus membaca referensi dalam bahasa asing... Ciaaah... Kebanyakan alasan kayaknya...

Okelah, dicoba untuk menulis beberapa hal yang berkaitan tentang ilmu tanah dalam bahasa Indonesia, supaya mahasiswa saya gak banyak alasan lagi untuk belajar dan mencari referensi tambahan, juga supaya dosennya jadi lebih mawas diri dan mengembangkan keilmuannya.  Sekarang bukan saatnya lagi untuk belajar membaca, tetapi saatnya membaca untuk belajar,  bukan hanya untuk sekedar tahu, tetapi juga untuk mengerti, memahami dan (semoga) bisa!

Bismillah....

Tidak ada komentar: